Tulisan saya ini di muat Oleh Gorontalo Post edisi 14 Oktober 2004, hal 12
The Solution for future of Indonesian mobile communication
Author : Jerry Montoliang
Teknologi komunikasi Indonesia saat ini mulai mengalami perubahan yang sangat besar beraneka ragam jenis layanan telekomunikasi tersedia untuk di konsumsi sehingga masyarakat dapat dengan mudah menentukan pilihan dalam mengunakan fasilitas telekomunikasi baik itu dari segi jenis layanan maupun dari segi jenis provider khususnya jenis komunikasi dengan telephone, saat ini penyedia layanan teknologi komunikasi di Indonesia antara lain :
Jaringan tetap : ~Telkom, ~ Indosat, ~ Ratelindo,
Jaringan Bergerak : ~Telkomsel, ~Lippo-Tel, ~Satelindo, ~Excellcominda, ~Indosat, ~Mobile-8,
Dengan melihat begitu banyaknya penyedia jasa layanan komunikasi di Indonesia yang ada saat ini sehingga jenis layanannya pun beragam seperti Fixed Phone dan Mobile Phone, bahkan para provider pun banyak menyususn startegi untuk menyiasati lajunya perkembangan telekomunikasai di Indonesia dengan melakukan restrukturisasi teknologi mereka, hal ini disebabkan oleh besarnya persaingan bisnis saat ini. Bahkan salah satu permasalahan adalah soal regulasi yang di keluarkanan para regulator berupa undang-undang telekomunikasi yaitu UU no 36/1999. Olehnya inovasi untuk menyiasati permasalahnpun mulai di keluarkan, sebagai contoh PT telkom yang awalnya hanya memiliki batasan sebagai penyedia jasa layanan komunikasi tetap, mulai mengembangangkan kearah mobile komunikasi, Walupun saat ini masih menjadi permasalahan yang sangat krusial dikalangan penyedia layanan komunilasi hal ini di sebabkan oleh belum diperolehnya ijin pengembangan kearah mobile komunikasi, namun jurus yang di gunakan oleh PT telkom terbilang ampuh mengapa ? sebab hingga saat ini PT Telkom sendiri masih berada pada koridor fixed mobile artinya layanan ini layanan bergerak namun masih dibatasi oleh ruang olehnya para regulator pun belum memiliki alasan serta dukungan yang kuat untuk melumpuhkan salah satu inovasi telekomunikasi yang di keluarkan oleh PT Telkom sendiri. Saat ini layanan Telkom Flexy menjadi incaran masyarakat luas disebabkan oleh masih terbilang lebih ekonomis layanan yang berlabel Telkom Flexy. Mungkin pembaca bertanya mengapa ekonomis, keekonomisan jasa layanan ini diakari oleh jenis teknologi yang digunakan oleh PT Telokom sendiri, Teknologi Komunikasi yang digunakan adalah CDMA : Code Division Mobile Access, dimana tariff yang dikeluarkan oleh PT Telkom serupa dengan Telphone Rumah (Tarif PSTN) hal inilah yang ditungu-tungu oleh masyarakat luas untuk mempergunakan Telephone bergerak walaupun masih terbatas oleh ruang namun bagi penguna yang tidak memiliki mobility besar akan sangat bermanfaat bagi merekan, secara teknis CDMA adalah teknologi akses jamak dimana masing-masing penguna menggunakan code yang unik dalam mengakses kanal yang terdapat dalam sistem. Pada CDMA, sinyal informasi pada transmitter dicoding dan disebar dengan bandwidth sebesar 1.25 MHz (spread spectrum), kemudian pada sisi repeater dilakukan decoding sehingga didapatkan sinyal informasi yang dibutuhkan, selain itu CDMA-2000 (1X) beroperasi pada spectrum frekuensi 800 MHz. Hal ini akan membuat luas coverage BTS-nya jauh lebih besar dari GSM. Sehingga hanya memerlukan lebih sedikit BTS untuk meng- cover luas yang sama jika dibandingkan dengan GSM.
Untuk kejelasan akan unggul teknologi CDMA berikut beberapa keunggulannya di banding teknologi GSM:
1.Sebagai teknologi yang sangat tahan terhadap gangguan cuaca dan interferensi
2.CDMA tidak dapat digandakan (dikloning)
3.Daya pancarnya yang sangat rendah (1/100 GSM) memungkinkan hand phone CDMA irit dalam mengonsumsi baterei.
4.Kapasitas pelanggan per BTS CDMA dapat mencapai 6000 (10 kali GSM)
5.CDMA-2000 (1X) dapat me-ngirim data dengan kecepatan hingga 144 Kbps.
Dengan melihat Perkembangan Teknologi komunikasi berbasis CDMA khusunya di Indonesia, maka untuk saat ini dan kedepan Teknologi CDMA merupakan yang terbaik disbanding teknologi komunikasi lainnya, beikut beberapa hal yang mendukung CDMA sebagai teknologi komunikasi masa depan Indonesia, CDMA menggunakan Spektrum frekuensi lebih efisien dengan kapasitas yang lebih besar, Sistemnya di desain dapat bekerja di berbagai frekuensi (400,800,1800,1900 Mhz bahkan sampai pada 2 Ghz), Kemampuan penyaluran data lebih baik dapat mencapai 144 KBps, memiliki roadmap ke Broadband multimedia, didukung juga dimana CDMA telah menjadi standart IMT – 2000, dikenal dengan CDMA 2000, Wide CDMA dan TD-SCDMA. Disamping merupakan teknologi yang mengerti pemakai artinya keekonomisan tadilah yang menjanjikan akan potensialnya teknologi CDMA untuk di konsumsi di Indonesia oleh masyarakat luas Indonesia, dari sisi peluang bisnisnya pun menjanjikan dimana teknologi CDMA telah berhasil pengimplementasiannya di Negara maju antara lain USA,Korea, Thailand, Australia Jepang dl.Biaya Investasi yang di perlukan relative lebih rendah, Multi Vendor (ASIA, Eropa, Amerika), merupakan solusi migrasi untuk teknologi wireless eksisting yang tidak kompetitif.
Konklusi:
1.Kemajuan Teknologi Komunikasi akan terus berlangsung
2.Kemajuan dan perkembangan teknologi tersebut agar disikapi dan antisipatif secara arif, sehingga menimbiulkandampak yang positif dan optimal
3.Kebijakan dan regulasi harus terus menerus di sempurnakan, bahkan UU no 36/1999-pun sudah waktunya di tinjau kembali, melihat kedinamisan perkembangan teknologi komunikasi.
4.Pengarahan regulasi agar di lakukan dengan keterlibatan berbagai kalangan guna:
a.Perlindunga konsumen
b.Perlindungan dan daya tarik investasi
c.Perluasan aksesibilitas dan peningkatan kualitas pelayanan
d.Kompetisi yang fair dan anti monopoli
e.Mampu mengadopsi perkembangan teknologi sehingga penerapannya optimal.
Melihat kenyataan bahwa teknologi CDMA telah berkembang di Indonesia bahkan telah sukse di berbaga Negara besar lainnya dan didukung oleh antusiasme pengguna, serta support dari para pengamat Teknologi Informasi dan Komunikasi akan berpotensinya CDMA menjadi Teknologi Komunikasi Masa depan, maka marilah kita menyikapi perkembangan ini secara positif dan arif.
